Monday, June 7, 2010

Haruskah Menangis Karena Obama Gagal ke Indonesia?



Haruskah Menangis Karena Obama Gagal ke Indonesia?


Minggu, 06/06/2010 | 20:36 WIB
UNTUK keduakalinya, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Husein Obama kembali membatalkan kunjungannya ke Indonesia. Seperti pembatalan kedatangan Obama yang pertama, pembatalan yang kedua kalinya ini pun Presiden AS itu punya alasan. Jika yang pertama beralasan karena harus menyelesaikan rancangan undang-undang (RUU) tentang jaminan social bagi warga AS. Kali ini pihak AS mengajukan alasan masih ada persoalan mendesak lainnya, yang juga memerlukan penanganan Obama. Benarkah?

Apa pun yang dikatakan pihak AS boleh-boleh saja. Namun begitu ada beberapa hal yang patut kita pertanyakan dengan alasan tersebut. Pertama adalah sebagai mana pernah diberitakan Jakartapress.com, bahwa pesawat AS yang membawa logistic persiapan kunjungan Obama ke Indonesia mendarat di Bali. Jika informasi tersebut benar, berarti semula Obama memang akan berkunjung ke Indonesia, paling tidak ke Bali. Kedua, baru-baru ini dilakukan latihan tempur bersama antara pasukan AS dengan TNI di perairan sekitar Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

Perairan Banyuwangi adalah perairan yang sangat strategis untuk pengamanan kedatangan Obama ke Bali. Maka latihan tempur bersama yang dilakukan pasukan AS dan TNI dapat dimaknai sebagai upaya persiapan pengamanan kedatangan Obama ke Indonesia (Bali). Dengan alasan ini pula, berarti kedatangan Obama sudah dipersiapkan cukup matang. Ketiga, pembersihan para tersangka teroris yang dilakukan aparat keamanan kita di posisi-posisi strategis adalah indikasi lain tentang kuatnya kemungkinan kedatangan Obama ke Indonesia. Pertanyaannya adalah apakah persiapan yang dinilai sudah cukup matang tersebut digagalkan hanya karena alasan yang sangat sepele, seperti yang dikemukakan pihak AS?

Sebenarnya ada dua hal yang patut kita cermati dari alasan-alasan pembatalan kunjungan Obama ke Indonesia. Kita amati saja saat Obama hendak berkunjung ke Indonesia (Jakarta) yang pertama. Saat itu, secara hampir bersamaan Israel melakukan pembangunan pemukiman Yahudi di tepi barat yang menimbukan protes pihak Palestina dan dunia internasional. Karena pembangunan itu dilakukan di wilayah Palestina dan dianggap menyerobot tanah mereka. Akibatnya banyak terjadi demo penentangan terhadap sikap Israel di seluruh dunia, termasuk Infdonesia. Sekarang, saat Obama akan berkunjung ke Indonesia, kembali Israel melakukan perbuatan keji yang dikutuk dunia internasional. Sebab pasukan khusus Israel membantai para relawan kemanusiaan yang hendak menuju ke Gaza, Palestina.

Dan dari dua kasus tersebut, meskipun dunia internasional mengutuk perbuatan Israel, termasuk Indonesia. Namun, faktanya, AS tidak sekalipun membuat pernyataan yang mengutuk Negara zionis itu. AS hanya menyatakan prihatin, tanpa dijelaskan apa yang menyebabkan Paman Sam prihatin. Bahkan AS pun menolak usulan Turki yang mengajukan resolusi mengutuk Israel kepada Dewan Keamanan PBB. Sikap yang tidak jelas dari AS inilah yang sebenarnya membuat mereka ketakutan sendiri berkunjung ke Indonesia. Apalagi seperti diberitakan, dari sejumlah relawan yang ditembaki pasukan khusus Israel, dua orang relawan Indonesia menjadi korban kebiadaban tersebut.

Karenanya wajar jika demo terhadap kekejian Israel itu marak terjadi di Indonesia. Apakah karena masalah ini sehingga Obama takut datang ke Indonesia? Jawabnya, mungkin saja. Permasalahannya adalah apakah kita rugi Obama tidak datang? Dan mestikah kita menangisinya? Bagi saya pribadi, mengapa harus bersedih dengan batalnya Obama datang ke Indonesia. Sebab tidak ada untungnya dengan kedatangannya kesini. Jadi buat apa pula menangis, karena dengan tidak datang malah kita untung, sebab kehormatan kita tidak perlu terinjak-injak. Karena sebagaimana diketahui, pihak AS tidak percaya dengan pengamanan kita.

Mereka lebih percaya dengan pengamanan pihaknya. Padahal ini adalah Negara merdeka, dan kta punya aparat keamanan. Lebih dari itu, kita tuan rumah dan kedatangan Obama adalah atas kemauannya sendiri. Mengapa sebagai tuan rumah, kita tidak dipercaya untuk mengamankan tamunya, dan mengapa pula si tamu harus membawa pengamanan sendiri? Dimana harga diri kita? Jadi masih perlukah kita menangis karena Obama batal ke Indonesia?
http://jakartapress.com/www.php/news...e-Indonesia.jp



05/06/2010 - 11:34
PPP: Obama Takut Dengan Indonesia

INILAH.COM, Jakarta - Untuk kesekian kalinya Presiden AS Barack Obama batal berkunjung ke Indonesia. PPP menilai, Obama takut menghadapi masyarakat Indonesia yang anti-Israel.

"Batalnya kedatangan Obama ke Indonesia dengan alasan tumpahan minyak di Teluk Meksiko adalah alasan yang mengada-ada. Tumpahan itu adalah persoalan jangka menengah, tidak butuh perhatian instan, namun solusi jangka menengah," ujar Sekretaris Fraksi PPP M. Romahurmuziy kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (5/6).

Pembatalan itu, sambungnya, menunjukkan kekhawatiran Obama melihat respon demo-demo anti-Israel. "Obama kuatir di-fait accompli agar AS tidak menggunakan veto resolusi terhadap Israel oleh komponen masyarakat Indonesia yang mayoritas anti-Israel," katanya.

Menurutnya, pembatalan ini juga menunjukkan Indonesia bukan negara prioritas dalam agenda kebijakan Luar Negeri AS. "Ke depan pemerintah tidak perlu terlalu gembar-gembor rencana kedatangan Obama. Kemenlu lebih baik fokus pada upaya menggalang solidaritas internasional bagi kemerdekaan Palestina dan pengucilan Israel," tutupnya.
http://inilah.com/news/read/politik/...gan-indonesia/


kirim komentar anda di bawah ini .....
terima kasih...

0 comments:

Post a Comment